MUARA TEWEH - Bupati Barito Utara, Shalahuddin, mengatakan, dengan cakupan UHC yang telah dicapai, tugas berikutnya adalah menjaga keaktifan peserta dan memastikan seluruh layanan dapat berjalan optimal.
Pernyataan ini menegaskan fokus Pemkab Barito Utara tidak hanya pada jumlah peserta JKN, tetapi juga pada keaktifan dan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk warga di desa terpencil.
“Kolaborasi dengan BPJS Kesehatan sangat penting, terutama dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan. Kami ingin seluruh warga, tanpa kecuali, merasa terjamin dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” katanya kepada Kalteng24.com, Senin (24/11/2025).
Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, Anurman Huda, menyebut Pemkab Barito Utara telah berperan besar dalam pembiayaan iuran peserta PBPU dan BP Pemda yang didanai APBD, serta PBI Daerah. Kontribusi ini membuat Barito Utara menyandang predikat UHC Prioritas kategori Madya.
Saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Barito Utara mencapai 100 persen dengan keaktifan peserta 88 persen. BPJS menargetkan keaktifan peserta dapat meningkat di atas 90 persen agar pelayanan kesehatan lebih maksimal.
Audiensi ini dihadiri Asisten Deputi Bidang Perencanaan dan Keuangan Muchtar Ali Evan, Asisten Deputi Bidang Mutu Layanan Kepesertaan Ivan Ravian, Kepala BPJS Cabang Muara Teweh Achmad Zainuddin, Kepala Dinas Kesehatan Pariadi AR, dan pejabat terkait lainnya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer