PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II Dewan Kota Palangka Raya Nenie Adrianti Lambung mengatakan, persoalan infrastruktur di wilayah pinggiran kota, dinilai masih memerlukan perhatian lebih dari Pemko Palangka Raya, agar program pembangunan berjalan secara merata.
Dia menyampaikan bahwa infrastruktur jalan di sejumlah wilayah, antara lain; Kecamatan Rakumpit, hingga kini masih belum optimal. Untuk itu, pemerintah harus lebih optimal lagi dalam membangun akses jalan di pelosok.
“Saat ini, sebagian warga masih mengandalkan transportasi air. Mereka menggunakan kelotok untuk menuju pusat kota. Karena itu, minimal masyarakat dapat melintas melalui jalur darat dengan adanya jembatan, sehingga tidak lagi harus mengandalkan jalur air untuk ke Kota Palangka Raya,” katanya kepada Kalteng24.com, Jumat (15/8/2025).
Menurut dia, infrastruktur yang memadai akan sangat membantu kelancaran aktivitas warga, mulai dari memasarkan hasil pertanian, mendapatkan layanan publik, hingga memperkuat konektivitas antarwilayah.
Politikus perempuan PDI Perjuangan ini juga menilai bahwa dengan infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi di wilayah pinggiran dapat berkembang lebih baik lagi. Khususnya proses mobilisasi masyarakat dan barang bisa lebih lancar dan mudah.
“Pemerintah harus memerhatikan kepentingan masyarakat, khususnya di sepanjang Sungai Rungan yang selama ini masih harus menyeberang sungai karena tidak ada jembatan penyeberangan yang memudahkan mobilitas mereka,” katanya.
Dia juga menekankan tentang pentingnya pemerataan pembangunan antara wilayah pusat kota dan pinggiran. Perhatian yang seimbang kata dia, akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer