PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Kota Palangka Raya Khemal Nasery menyoroti minimnya fasilitas keselamatan dasar untuk pengunjung antara lain; pelampung, petugas pemantau, dan pos pengawasan. Itu kelalaian serius yang harus segera ditangani.
Anggota Komisi II ini menyesalkan tenggelamnya dua pelajar SMPN 9 Palangka Raya di Sungai Rungan, Kelurahan Petuk Ketimpun, beberapa waktu lalu. Tragedi tersebut telah memantik keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.
“Kejadian itu harus menjadi peringatan penting untuk kita semua. Termasuk juga orang tua untuk ikut aktif mengawasi berbagai kegiatan anak-anak. Soal objek wisata itu, baik yang resmi maupun dadakan, harus memiliki standar keselamatan yang jelas,” katanya kepada Kalteng24.com, Senin (18/8/2025).
Lokasi kejadian yang menewaskan dua pelajar tersebut tengah viral di platform media sosial, TikTok, sebagai destinasi wisata dadakan yang ramai dikunjungi masyarakat. Sayangnya masih minim pengelolaan dan keselamatan.
Menurut dia, kehadiran petugas keamanan dan pengelola di setiap lokasi wisata dinilai sangat penting. Terlebih lagi yang memiliki potensi bahaya seperti kawasan perairan. Khemal berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera berkoordinasi untuk melakukan pembenahan.
“Saya berharap, insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik masyarakat, pengelola wisata, dan pemerintah, sehingga ke depan, setiap destinasi wisata, baik yang sudah dikelola maupun baru viral, dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung,” katanya.
Selain itu, Khemal juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga keselamatan anak-anak saat berkunjung ke tempat-tempat wisata, dan tidak hanya mengandalkan petugas. Anak-anak, apalagi yang masih kecil, harus selalu dalam pengawasan orang tuanya. Ini tanggung jawab bersama agar liburan bisa dinikmati dengan aman. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer