PURUK CAHU - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, mengatakan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
Dikatakan, intensitas hujan yang saat ini rendah berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan semak belukar dan lahan gambut. Sebab, kekeringan akan memicu karhutla.
“Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat perlu berhati-hati dalam membuka atau mengelola lahan, karena kelalaian sekecil apa pun bisa memicu karhutla yang sulit dikendalikan,” kata Dina, Sabtu (2/8/2025).
Ia juga memperingatkan warga yang tinggal di bantaran Sungai Barito dan anak sungainya agar tetap siaga. Perubahan iklim dapat menyebabkan kondisi cuaca berbalik secara cepat, dari kekeringan menjadi banjir.
“Perubahan iklim bisa sangat ekstrem. Hari ini kekeringan, besok bisa banjir. Warga di sekitar sungai harus selalu siap menghadapi kemungkinan itu,” tegasnya.
Dina menambahkan, BPBD Murung Raya saat ini berstatus siaga dan menyiapkan langkah penanganan darurat jika terjadi bencana. Namun, ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan.
“Saya berharap, kewaspadaan bersama dapat meminimalisir dampak bencana, sehingga keselamatan warga dan infrastruktur di Murung Raya dapat terjaga dengan baik,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer