PURUK CAHU - Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Ahmad Maulana, mengatakan, saat ini masih banyak desa di wilayah setempat yang belum menikmati aliran listrik PLN. Padahal, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat modern.
Oleh sebab itu, Maulana mendesak pemerintah daerah setempat segera melakukan pemerataan akses listrik di seluruh wilayah kabupaten. Ia Keterbatasan infrastruktur kelistrikan menjadi hambatan utama pembangunan di daerah terpencil.
“Pemerataan listrik adalah keniscayaan. Pemerintah bersama PLN harus memperluas jangkauan listrik hingga ke pedalaman,” katanya kepada Kalteng24.com, Sabtu (9/8/2025).
Maulana menilai, kondisi geografis Murung Raya yang luas dan terpencar menjadi tantangan dalam pembangunan jaringan listrik. Karena itu, diperlukan inovasi seperti penggunaan energi terbarukan dan sistem microgrid untuk menjangkau desa-desa terpencil.
Ia mencontohkan, penggunaan tenaga surya, biomassa, dan tenaga air bisa menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan pasokan listrik di wilayah pelosok. “Program energi terbarukan akan membantu masyarakat mendapatkan akses listrik berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, Maulana mendorong keterlibatan sektor swasta dalam investasi energi bersih. Kolaborasi antara pemerintah dan swasta dianggap penting agar pemerataan listrik bisa tercapai lebih cepat.
Menurutnya, ketersediaan listrik tidak hanya menunjang perekonomian lokal, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat secara umum.
“Listrik adalah kunci pembangunan. Dengan akses yang merata, kualitas hidup masyarakat Murung Raya pasti meningkat,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer