Pemko Perlu Percepat Revitalisasi Pasar Tradisional

PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Kota Palangka Raya Sudarto menekankan pentingnya percepatan revitalisasi pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Palangka Raya. Khususnya di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Anggota Komisi I ini juga mengatakan bahwa hal tersebut penting, agar pasar tradisional dapat bersaing dengan pusat perbelanjaan modern yang belakangan ini menjamur di wilayah kota, sekaligus memberikan kenyamanan bagi proses jual-beli tradisional.

“Pasar bukan hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga menjadi wajah kota. Karena itu, kami ingin agar pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Palangka Raya lebih bersih, tertata, dan memiliki fasilitas yang layak,” katanya kepada Kalteng24.com, Rabu (10/9/2025).

Menurut dia, pasar tradisional memiliki peran vital sebagai pusat ekonomi rakyat yang berada di posisi ujung tombak dan langsung menjangkau masyarakat, tetapi saat ini kondisinya masih jauh dari standar yang diharapkan.

Dikatakan Politikus Partai Golkar ini, modernisasi pasar tidak boleh mematikan pedagang kecil, tetapi juga harus menguntungkan mereka. Salah satunya melalui penataan lapak yang lebih rapi, penyediaan fasilitas sanitasi yang baik, serta peningkatan keamanan di area pasar.

“Revitalisasi perdagangan harus memberi dukungan bagi pedagang kecil. Mereka tidak boleh terbebani dengan biaya tambahan yang memberatkan. Pemerintah juga harus hadir memberi solusi agar semua pihak merasakan manfaatnya,” katanya.

Selain penataan fisik, dia juga meminta pemerintah untuk melakukan pembinaan kepada pedagang. Pelatihan pengelolaan usaha, promosi berbasis digital, dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi hal yang dianggap penting untuk meningkatkan daya tarik pasar tradisional. (adv)

 

editor: pahit s. narottama

Redaksi
18

Featured News

Official Support

Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah

081349219926

kaltengduaempat@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer