PALANGKA RAYA – Ketua Komisi II DPRD Kalteng Hj Siti Nafsiah mengatakan bahwa masyarakat di wilayah pedalaman Kalteng masih mengeluhkan rendahnya harga komoditas lokal, khususnya karet dan rotan, dan hingga kini belum ada perbaikan.
Masyarakat di wilayah pedalaman mengeluhkan harga komoditas itu kata dia, karena berimbas pada nasib dan perekonomian mereka yang tak kunjung membaik, dan berdampak pada pendapatan keluarga di desa setempat. Padahal dua komoditas itu menjadi andalan masyarakat.
“Mereka mengaku tidak memiliki alternatif dan pilihan lain untuk menggantungkan usaha andalan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sejauh ini masyarakat hanya mampu bertahan dengan usaha yang ada,” katanya kepada Kalteng24.com, Rabu (2/7/2025).
Untuk itu, dia juga menerima aspirasi dan harapan masyarakat yang ingin agar pemerintah memberikan jalan keluar dari kesulitan ekonomi yang mereka hadapi. Setidaknya, ada perbaikan harga komoditas andalan.
Dengan harga karet yang cuma berkisar antara Rp7.000-9.000 per kg dan rotan yang hanya Rp700-900 ribu per pikul (100 kg), membuat masyarakat merasa tidak punya pilihan untuk tidak menjualnya kepada pengepul atau tengkulak karena desakan kebutuhan hidup yang juga tak dapat ditahan.
“Mereka meminta pemerintah memikirkan upaya lain, misalnya dengan memberi edukasi dan pembinaan atau pelatihan sehingga komoditas andalan yang mereka peroleh dapat diolah sendiri menjadi barang setengah jadi yang memiliki harga lebih tinggi,” katanya.
Politikus Partai Golkar ini, berharap ke depan, kehidupan masyarakat di pedalaman dapat merasakan dampak positif atas upaya dan bantuan dari pemerintah dan mereka akan mampu mandiri, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan baru di desa mereka. (adv)
editor: pahit s, narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer