PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sugiyarto mengatakan bahwa untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, maka pemerintah harus mengutamakan pembangunan bidang Pendidikan, lengkap dengan berbagai faktor pendukungnya.
Lebih-lebih kata dia, pendidikan yang ada di wilayah pedalaman Kalteng dan selama ini kesulitan untuk mengakses pendidikan karena keterbatasan dan kekurangan fasilitas. Melalui sektor Pendidikan, dapat mengubah pola pikir dan memperbaiki kualitas SDM.
“Karena itu sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk meningkatkan layanan pendidikan masyarakat jika ingin daerah lebih baik dan maju. Kami meminta kepada pemerintah daerah untuk dapat segera merealisasikan permintaan masyarakat yang tersebar di sejumlah desa di Kalteng, khususnya bidang pendidikan,” katanya kepada Kalteng24.com, Kamis (3/7/2025).
Dia juga mengatakan bahwa sebenarnya ada banyak aspirasi atau permintaan masyarakat di bidang pendidikan yang telah disampaikan kepadanya, khususnya dari pengelola sekolah di dapilnya selama reses lalu.
Politikus senior Partai Gerindra Kalteng dan mantan Wakil Bupati Lamandau ini mencontohkan sejumlah sekolah kejuruan yang memerlukan galeri kewirausahaan untuk mendukung kemampuan peserta didik siap bekerja dan berwirausaha. Apalagi kata dia, sekolah telah menargetkan 60 persen lulusannya menjadi wirausaha muda.
“Kami rasa ini sangat penting, karena salah satu tujuan pendidikan di SMK adalah menyiapkan SDM siap bekerja. Jadi pemprov dan pemkab perlu mendukung pendirian galeri kewirausahaan di sejumlah SMKN di Kalteng,” katanya.
Di sejumlah sekolah lanjut dia, saat ini, kebanyakan gurunya adalah tenaga honor dan mereka sangat mengharapkan agar guru-guru berstatus ASN ditambah untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar. Begitu juga dengan berbagai fasilitas penunjang yang masih sangat terbatas. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer