PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sugiyarto mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan harga beras terjangkau oleh masyarakat kelas bawah. Apalagi, pendapatan masyarakat yang masih belum ada perbaikan.
Komisi yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini juga menyebut bahwa dengan produksi padi yang dapat diolah sendiri di daerah ini diharapkan akan menekan biaya produksi dan memperpendek jarak distribusi sehingga harga terjangkau.
“Kami berharap gabah hasil panen para petani lokal dapat memiliki nilai tambah yang menguntungkan mereka karena dapat langsung diproses di Kalteng sendiri dan mengurangi beban biaya angkut,” katanya kepada Kalteng24.com, Selasa (8/7/2025).
Politikus Partai Gerindra DPRD Kalteng ini juga mengatakan bahwa dengan penggilingan padi yang dibangun memiliki spesifikasi rice milling unit (RMU) rice to rice (RTR) dilengkapi mesin RTR berkapasitas tiga ton per jam, dan SILO atau penampung gabah berkapasitas 1.000 ton.
Lokasi kedua lanjut Sugiyarto, dibangun di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan spesifikasi rice milling plant (RMP) dilengkapi mesin RMP berkapasitas 3,5-4 ton per jam dan mesin dryer atau pengering gabah berkapasitas 30 ton per jam.
“Kita berharap, pabrik penggilingan ini berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat atau petani lokal, khususnya para petani yang bercocok tanam di dua lokasi pembangunan penggilingan padi tersebut,” katanya.
Dia juga mengharapkan melalui dua unit penggilingan padi itu dapat membawa pengaruh yang positif, dan perbaikan hidup masyarakat petani. Selain itu juga membuat margin harga beras yang menguntungkan petani. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer