PALANGKA RAYA - Anggota Komisi III DPRD Kalteng Nyelong I Simon mengatakan, penikahan dini menyebabkan berbagai masalah sosial dan kesehatan yang berdampak buruk di masyarakat, di antaranya; meningkatnya perceraian, kekerasan dalam rumah tanggal (KDRT), dan gizi buruk kesehatan anak atau stunting.
Dikatakan, untuk menghindari pernikahan dini dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas pendidikan anak, memberi pemahaman yang baik kepada remaja dan anak-anak muda.
"Karena itu, saya mengingatkan masyarakat terutama kaum muda yang belum cukup umur untuk memasuki usia pernikahan agar bersabar dan tidak terburu-buru menikah, karena sekali memasuki kehidupan berumah tangga, persoalannya menjadi kompleks,” katanya kepada Kalteng24.com, Senin (14/7/2025).
Dia juga meminta masyarakat khususnya orang tua, untuk memberi pemahaman yang baik kepada anak-anaknya, serta memastikan usia pernikahan yang sesuai ketentuan, sehingga mereka benar-benar siap untuk memasuki kehidupan berumah tangga, baik secara mental, spiritual, finansial dan sosial.
Dikatakan, belakangan ini, angka perceraian cenderung meningkat. Hal itu salah satunya disebabkan oleh meningkatnya pernikahan dini, dan belum ada kesiapan memasuki kehidupan berumah tangga sehingga timbul berbagai kasus sosial dan kesehatan di dalam keluarga yang bersangkutan.
"Mental yang belum siap untuk menikah dapat menimbulkan kasus KDRT. Ditambah lagi permasalahan perekonomian. Itu juga yang acapkali terjadi. Karena itu, sebisa mungkin pernikahan dini dihindari," katanya.
Kalangan usia dewasa saja kata dia, sering kali terjadi KDRT dan perceraian. Apalagi yang menikah dini tentu sangat rawan. Untuk itu, politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan kaum muda dan orang tua mencegah pernikahan dini serta memastikan semua kesiapan ketika hendak menikah. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer