PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kalteng Yeni Maria Marselina Kahta meminta pemerintah melibatkan unsur perguruan tinggi dalam mengelola sumber-sumber daya yang ada di desa. Termasuk pengelolaan potensi dan dana desa agar tidak terjadi penyimpangan yang menyebabkan kasus hukum aparat desa.
Anggota Komisi I yang juga politikus muda PDI Perjuangan asal dapil II Kalteng ini mengatakan bahwa kerja sama tersebut sebagai salah satu upaya mengoptimalkan pengelolaan sumber daya desa dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perdesaan.
“Sumber daya alam di wilayah perdesaan di Kalteng relatif banyak, beragam dan sangat potensial meningkatkan pendapatan desa, tetapi pengelolaannya kurang optimal. Karena itu kita perlu menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi,” katanya kepada Kalteng24.com, Rabu (6/8/2025).
Melalui kerja sama kelola itu kata dia, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa dikelola lebih baik dan lebih maksimal. Apalagi BUMDes bisa digunakan untuk mengelola sumber daya alam yang ada di perdesaan.
Dia juga mengatakan bahwa BUMDes dapat dijadikan sebagai wadah masyarakat desa untuk berlatih berwirausaha. Dengan begitu, peningkatan ekonomi masyarakat dapat berjalan seperti yang diharapkan. Hal itu tentu bisa mulai direalisasikan.
“Memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa memang memerlukan berbagai terobosan. Karena itu, saya menyarankan pelibatan perguruan tinggi dan memperkuat keberadaan BUMDes,” katanya.
Mengenai optimalisasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) menurut dia, pemerintah pusat bersama provinsi dan kabupaten, perlu lebih gencar melakukan pelatihan atau kegiatan lain yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer