PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II DPRD Kalteng Muhammad Ansyari mengatakan, akses jalan darat yang terbuka menjadi penentu koneksi jaringan listrik PLN. Sampai saat ini kata dia, masih banyak desa di Kalteng yang masih terisolasi jaringan listrik PLN, dengan alasan karena tidak ada jalan darat.
Hal itu kata politikus Partai Gerinda Kalteng ini, akibat belum ada akses jalan darat yang memadai untuk PLN dapat memasang jaringan listrik sesuai kebutuhan. Meski sesungguhnya PLN telah menyatakan siap melistriki Kalteng. Namun kesiapan itu belum didukung oleh jalan penghubung.
"Sampai sekarang masyarakat di desa-desa yang terisolasi sangat mendambakan sambungan jaringan listrik PLN dapat menyala 24 jam, tetapi kendala infrastruktur jalan yang belum tersedia, sehingga itu pula yang menjadi alasan PLN belum bisa memasang tiang dan jaringan listrik," katanya kepada Kalteng24.com, Senin (1/9/2025).
Wakil rakyat asal dapil IV Kalteng ini juga mengaku miris dengan kondisi tersebut. Apalagi sejak Indonesia merdeka, atau setidaknya sejak Kalteng berdiri, dambaan listrik untuk warga tersebut belum sepenuhnya terpenuhi oleh negara.
Dia juga meminta dukungan dan perhatian pemerintah, baik pemprov dan pemkab untuk bersinergi membangun infrastruktur jalan darat yang memadai menuju desa-desa yang masih terisolasi oleh jalan darat.
"Jika infrastruktur jalan darat yang menghubungkan ibu kota kabupaten dan ibu kota kecamatan sudah dibangun, maka secara otomatis jalan tersebut juga akan dapat menghubungkan beberapa desa dan daerah lain di sekitarnya," kata dia.
Dalam reses daerah pemilihan (resdapil) beberapa waktu lalu, dia juga mengatakan bahwa aspirasi masyarakat, yang berkaitan dengan kebutuhan jaringan listrik PLN selama 24 jam itu juga datang dari masyarakat di sejumlah desa yang mengusulkan hal sama untuk wilayah mereka. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer