PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kalteng Nyelong I. Simon menekankan pentingnya penanganan stunting bagi masyarakat Kalteng. Karena itu, sosialisasi yang lebih masif dan gencar kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara. Termasuk menggunakan platform digital dan media sosial.
Anggota Komisi III ini juga mengatakan, stunting biasanya diawali dari kehamilan dan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya asupan gizi atau tubuh dalam keadaan sakit. Kekurangan asupan gizi tersebut berkaitan dengan kegagalan pertumbuhan (growth faltering).
"Pelacakan stunting efektifnya dilakukan melalui posyandu. Dalam beberapa kali kunjungan kami, menemukan adanya posyandu yang aktif tetapi hanya 10-20 persen masyarakat dari populasi yang hadir, sehingga membutuhkan adanya sosialisasi," katanya kepada Kalteng24.com, Selasa (9/9/2025).
Dikatakan, penyebab stunting juga bisa karena faktor ekonomi masyarakat yang masih kurang mapan, sehingga mereka kesulitan untuk mengelola gizi keluarga, khususnya anak-anak. Namun, persoalan itu sebenarnya bisa diantisipasi dengan mencari atau menanam sayur di halaman sekeliling rumah tinggal.
Dia juga mengatakan bahwa pencegahan stunting merupakan program nasional yang harus terus dimonitor, sehingga dapat dilihat hasil akhirnya, apakah sosialisasi, pengelolaan dan penanganannya, masih aktif, efektif atau tidak di setiap daerah.
"Upaya pencegahan stunting sebenarnya sangat sederhana dengan terus menggalakkan posyandu-posyandu yang sudah ada di setiap kelompok masyarakat, baik di RT, RW, desa atau kelurahan, dan melaluinya pemerintah ikut terlibat membantu,” katanya.
Untuk itu lanjut politikus PDIP Kalteng ini, dengan aktif melakukan sosialisasi dan pemantauan langsung melalui instansi teknis yang menanganinya, maka semua hal yang berkaitan dengan penanganan stunting dapat dilakukan dengan baik. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer