PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, minimnya layanan kesehatan (yankes) kepada masyarakat di wilayah pedalaman menjadi indikator rendahnya tingkat kesejahteraan yang terjadi di masyarakat.
Karena itu, dia meminta pemerintah untuk membangun infrastruktur kesehatan di daerah terpencil, antara lain; puskesmas, pustu, polindes, poskesdes dan sejenisnya agar pelayanan kesehatan dapat dinikmati oleh masyarakat.
“Selain membangun fasilitas kesehatan itu, pemerintah juga harus menyiapkan sarana kesehatan kesehatan yang diperlukan, termasuk peralatan dan tenaga kesehatan yang diperlukan, disesuaikan dengan kondisi setempat,” katanya kepada Kalteng24.com, Kamis (11/9/2025).
Dikatakan, sektor kesehatan harus jadi perhatian pemerintah daerah karena di desa-desa dan kecamatan pedalaman masih kekurangan tenaga kesehatan. Akibatnya, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat belum maksimal.
Untuk meningkatkan layanan kesehatan itu perlu sinergi. Masing-masing pemda memiliki kewenangan dalam memerhatikan sektor pelayanan kesehatan ini. Apalagi, di wilayah pedalaman Kalteng ini banyak sarana atau fasilitas kesehatan yang harus dibangun.
“Begitu pula dengan ketersediaan tenaga kesehatan, baik mantri, perawat atau bidan juga belum terpenuhi sesuai harapan dan masih kurang, atau bahkan tidak ada sama sekali. Dengan sinergi diharapkan semua itu dapat dipenuhi,” paparnya.
Tanpa bersinergi, maka perhatian terhadap sektor kesehatan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh dan maksimal. Sementara, di wilayah pelosok yang minim perhatian masih memerlukan bebagai hal yang diperlukan berkaitan dengan sektor tersebut. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer