Tenaga Andal Bidang Pertanian Harus Disiapkan

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng Bambang Irawan mengatakan, untuk memperkuat program ketahanan pangan dan pembangunan food estate yang dicanangkan pemerintah, Kalteng harus menyiapkan tenaga andal bidang pertanian.

Hal itu agar setiap program yang dikerjakan dapat diikuti dengan baik dan ada transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal Kalteng yang terlibat, sehingga kelak, tenaga kerja lokal akan mampu mengelola dan mengerjakan sesuai harapan.

“Melihat potensi keberhasilan program food estate yang kini dijalankan pemerintah di lahan pertanian yang ada di Kalteng, maka kami mendorong pemerintah untuk dapat mempersiapkan tenaga kerja andal di bidang pertanian,” katanya kepada Kalteng24.com, Senin (15/9/2025).

Politikus Partai Golkar ini juga mengatakan, salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyiapkan tenaga dan SDM bidang pertanian itu adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan, utamanya di SMK-SMK jurusan pertanian.

Apalagi kata dia, SMK adalah sekolah yang menyiapkan peserta didiknya masuk ke lapangan kerja, dan setiap siswa telah dibekali dengan teori, keterampilan praktis dan teknis serta pemanfaatan alat-alat mekanisasi pertanian yang sesuai dengan kemajuan teknologi.

“Selain itu, pemerintah perlu mendorong minat generasi muda untuk mengelola pertanian dengan cara yang maju dan modern, sehingga tidak lagi memandang rendah pertanian, karena faktanya negara yang kuat adalah negara yang memiliki ketahanan pangan yang kuat pula,” katanya.

Dengan kehadiran jutaan orang ke Ibu Kota Nusantara kata dia, maka dapat dibayangkan besarnya peluang dari hasil dan produk pertanian yang dibutuhkan menjadi bahan pangan. Itu sebuah peluang usaha yang sangat besar. (adv)

 

editor: pahit s. narottama

Redaksi
13

Featured News

Official Support

Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah

081349219926

kaltengduaempat@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer