Majunya Investasi Harus Untuk Kesejahteraan Rakyat

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng Raudah mengingatkan semua pihak untuk melihat masuknya investasi ke Bumi Tambun Bungai sesuai dengan tujuan untuk menyejahterakan masyarakat sekitar, dan Kalteng secara umum.

Wakil rakyat asal dapil V Kalteng yang juga politikus perempuan Partai Nasdem ini meminta agar investor yang masuk juga memerhatikan masyarakat sekitar. Utamanya melibatkan masyarakat sebagai bagian dari investasi yang ditanamkan.

“Bagaimana mungkin investasi bisa merasa nyaman, jika mereka tidak melibatkan masyarakat, dan penduduk sekitar hanya dijadikan penonton, Tidak dapat disalahkan juga jika ada masyarakat yang marah dengan masuknya investasi,” katanya kepada Kalteng24.com, Rabu (17/9/2025).

Anggota Komisi II ini pula sangat mengharapkan agar kehadiran investasi baik perusahaan tambang maupun perkebunan bisa menyejahterakan masyarakat sekitar. Apalagi hakikat investasi adalah untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

Timbulnya masalah antara perusahaan dengan masyarakat biasanya karena persoalan yang belum beres, misalnya kebun plasma dan perusahaan yang tidak konsisten dalam hal tanggung jawab sosial (corporate social responsibility) dan realisasi plasma 20 persen bagi masyarakat.

“Biasanya masyarakat hanya menuntut hak, baik itu bantuan melalui kewajiban perusahaan (CSR) di sektor pendidikan, kesehatan dan ketentuan plasma. Kalau hal-hal itu diperhatikan perusahaan, maka kehadiran perusahaan justru diterima dengan baik,” katanya.

Meski begitu kata dia, ketika perusahaan sudah beroperasi selama 5-10 tahun, tetapi tidak memberikan keuntungan lebih kepada masyarakat dalam bentuk tanggung jawab sosialnya, maka masyarakat akan dengan mudah berontak dan menuntut janji perusahaan. (adv)

 

editor: pahit s. narottama

Redaksi
14

Featured News

Official Support

Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah

081349219926

kaltengduaempat@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer