PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng Asdy Narang mengatakan bahwa luasnya wilayah Bumi Tambun Bungai ini memaksa pemerintah untuk jeli memilah dan memilih pembangunan yang harus dikerjakan berdasarkan skala prioritas.
Hal itu kata dia, mengingat luas Kalteng yang mencapai satu setengah kali Pulau Jawa. Sementara yang terjadi, Pulau Jawa terdiri atas enam provinsi, dengan dana pembangunan yang sangat besar. Berbeda dengan Kalteng yang hanya memiliki kemampuan APBD sebesar Rp9 triliun.
“Pembangunan di Kalteng harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Tidak bisa langsung jadi, karena dananya harus dibagi-bagi berdasarkan skala prioritas. Sebab dengan APBD yang hanya sekitar Rp9 triliun, tidak bisa memenuhi semua usulan masyarakat,” katanya kepada Kalteng24.com, Kamis (25/9/2025).
Politikus Partai Nasdem Kalteng ini mengatakan bahwa strategi yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah dengan memilah dan memilih sesuai kebutuhan dan skala prioritas. Maka, yang sangat mendesak, akan diutamakan terlebih dahulu.
Meski demikian kata dia, setiap usulan dari masyarakat akan terus ditampung dan diupayakan untuk dapat direalisasikan, walaupun secara bertahap, sehingga tercipta pemerataan pembangunan di semua wilayah kabupaten di Kalteng.
“Kami berharap, masyarakat bisa memahami bahwa setiap usulan yang disampaikan pada saat reses, tetap harus dipilah karena tidak mungkin semua langsung direalisasikan atau dipenuhi oleh pemerintah. Selain itu juga usulan tersebut dipilih dan dilihat, kewenangan pemprov, pemkab atau kota atau pusat,” katanya.
Dikatakan, untuk memuaskan semua keinginan masyarakat, tentu tidak bisa secara langsung dipenuhi. Pembangunan di setiap daerah dari kota hingga ke pelosok juga harus terus digencarkan. Namun ia yakin, dengan kebersamaan, maka cita-cita mewujudkan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan bisa tercapai. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer