MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, Shalahuddin, mengatakan, upaya normalisasi Sungai Plahana dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air sekaligus meminimalkan genangan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Teweh Tengah.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari program 100 hari kerja pemerintah daerah yang difokuskan pada penyelesaian masalah banjir secara berkelanjutan dan berbasis kajian teknis.
“Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air dan meminimalisir genangan banjir yang selama ini sering terjadi,” katanya kepada Kalteng24.com, Minggu (9/11/2025).
Peninjauan lapangan yang dilakukan bersama Wakil Bupati Felix Sonadie, Sekda Muhlis, serta sejumlah kepala OPD menjadi dasar pelaksanaan normalisasi. Pemerintah daerah berkomitmen mengambil langkah konkret agar masalah banjir tidak berulang setiap musim hujan.
Shalahuddin juga meminta Dinas PUPR melakukan survei teknis untuk mengetahui akar penyebab banjir. Langkah cepat dan terukur, menurutnya, harus menjadi prioritas agar hasil penanganan berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Barito Utara, Muhammad Iman Topik, mengungkapkan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan identifikasi awal titik rawan banjir serta menyiapkan Survei Investigasi Desain (SID) sebagai dasar rencana penanganan lanjutan.
“Hasil SID nantinya akan menjadi pedoman utama dalam perencanaan teknis agar solusi yang diterapkan benar-benar efektif dan berkelanjutan,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer