KASONGAN— Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Katingan semakin menguat setelah BPBD Katingan bersama PT Persada Era Agro Kencana (PEAK), Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat menegaskan komitmen bersama memperkuat kesiapsiagaan di tingkat desa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Katingan, Andi Sentosa, menegaskan bahwa kegiatan ini didesain untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap regulasi, sanksi hukum, hingga risiko karhutla.
“Kami ingin memastikan seluruh pihak berjalan dalam pola yang sama: siap, sigap, dan saling mendukung dalam pencegahan serta pengendalian karhutla,” katanya kepada kalteng24.com, Selasa (19/9/2025).
Rapat koordinasi yang dilaksanakan di Kecamatan Mendawai tidak hanya membahas target nihil titik panas (zero hot spot) 2025, tetapi juga menempatkan desa-desa rawan karhutla sebagai pusat penguatan mitigasi. Langkah ini dipandang krusial mengingat masyarakat desa merupakan pihak pertama yang berhadapan dengan potensi kebakaran.
Kegiatan turut difokuskan pada penguatan pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi (KBKT) serta kesiapan sarana prasarana di desa-desa seperti Kampung Melayu, Tewang Kampung, Parigi, dan Tumbang Bulan. Selain edukasi, peserta menerima materi mengenai bahaya karhutla serta media kampanye berupa banner dan poster “Stop Karhutla”.
Dukungan konkret juga datang dari PT PEAK, yang menyerahkan bantuan mesin pemadam untuk empat desa di Mendawai. Asisten Sustainability PT PEAK, Romu Hadi J. Kusuma, menyebut bantuan ini sebagai bagian dari agenda tahunan perusahaan.
“Kami fokus menguatkan sarana pemadam dan patroli gabungan. Langkah ini penting untuk memastikan kesiapsiagaan desa berjalan optimal,” katanya.
Camat Mendawai, Nikolas Daniel, turut mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam kegiatan ini. Ia menilai keterlibatan multipihak sangat menentukan keberhasilan pencegahan karhutla, terlebih di wilayah yang rentan saat musim kemarau.
Melalui penguatan desa dan kerja sama lintas sektor, Katingan berharap upaya pencegahan karhutla tidak hanya berhenti pada target zero hot spot, melainkan menjadi budaya kolektif yang berkelanjutan.
“Dengan koordinasi dan dukungan peralatan, desa-desa di Mendawai akan lebih siap menghadapi segala potensi ancaman. Ini langkah besar demi keamanan dan keselamatan masyarakat,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer