KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan menegaskan komitmennya memperketat disiplin perencanaan anggaran untuk Tahun 2026. Melalui Rapat Koordinasi yang dipimpin Bupati Saiful, Pemkab menyoroti masih adanya kecenderungan tumpang tindih program dan pengajuan kegiatan yang dinilai kurang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam arahan utamanya, Saiful meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hanya mengusulkan program yang benar-benar prioritas. Ia menekankan bahwa penggunaan anggaran harus berorientasi pada hasil serta bebas dari kegiatan seremonial yang tidak mendukung target pembangunan daerah.
“Kita ingin setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak boleh lagi ada program yang sifatnya formalitas ataupun duplikasi,” katanya kepada kalteng24.com, Kamis (20/11/2025),
Penjabat Sekda Christian Rain juga menyoroti pentingnya keterpaduan dokumen perencanaan dengan usulan anggaran setiap OPD. Menurutnya, koordinasi lintas dinas menjadi kunci agar proses penyusunan APBD 2026 berjalan tepat waktu dan tidak keluar dari regulasi.
“Sinergi antarperangkat daerah harus diperkuat sejak awal agar tidak ada lagi tumpang tindih dalam pelaksanaan program,” ujarnya.
Rapat koordinasi yang berjalan kondusif tersebut menjadi momentum awal Pemkab Katingan untuk memperbaiki efektivitas belanja. Pemerintah daerah menargetkan penyusunan APBD 2026 selesai sesuai jadwal, sehingga pelaksanaan program dapat dimulai tanpa hambatan.
“Efisiensi anggaran juga diharapkan dapat memperkuat kemampuan fiskal daerah untuk sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer