KASONGAN – Menghadapi musim hujan yang diprediksi berlangsung lebih lama dari biasanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan menekankan pentingnya penguatan langkah mitigasi bencana oleh seluruh pemangku kepentingan.
Kepala DLH Katingan, Yobie Sandra, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi di wilayah rawan.
“September sudah mencapai 272 milimeter, jauh lebih tinggi dibanding Agustus yang hanya 115 milimeter,” katanya kepada kaltemg24.com, Rabu (17/9/2025).
Menurut data BMKG yang disampaikan Yobie, curah hujan di Katingan meningkat signifikan sejak pertengahan September 2025.
Tren kenaikan ini diperkirakan terus berlanjut hingga akhir tahun, bahkan Oktober diproyeksi mencapai 300–400 milimeter per bulan.
Yobie menyebutkan bahwa kondisi tersebut menuntut langkah mitigasi lebih serius, terlebih sedimentasi sungai masih menjadi tantangan yang memperlambat aliran air di sejumlah titik.
“Permasalahan pendangkalan alur sungai harus ditangani bersama agar potensi genangan bisa dikurangi,” katanya.
DLH mendorong kerja sama terpadu antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat dalam menghadapi periode hujan panjang yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2026. Tidak hanya banjir, risiko longsor dan meningkatnya penyakit berbasis lingkungan juga menjadi perhatian.
Ia berharap koordinasi lintas sektor dapat berjalan efektif sehingga penanganan bencana menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.
“Yang terpenting adalah kesiapsiagaan. Dengan langkah pencegahan yang tepat, dampak buruk bisa ditekan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer