KASONGAN – Rencana pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Katingan kini bukan hanya soal fasilitas pendidikan modern, tetapi juga upaya memanfaatkan keunggulan lingkungan setempat. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, menekankan sekolah ini akan menjadi pusat pembelajaran berbasis riset sekaligus konservasi.
Saat meninjau empat lokasi yang disiapkan pemerintah daerah pada Jumat (12/9/2025), Prof. Stella menjelaskan bahwa hanya sebagian kecil lahan—sekitar 2,01 hektare dari total 20 hektare—yang digunakan untuk bangunan, sementara sisanya akan tetap alami untuk kegiatan riset, konservasi, dan produktivitas masyarakat.
“Potensi khas Katingan, seperti konservasi orangutan dan ekosistem gambut, bisa menjadi nilai tambah bagi sekolah ini. Siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung terlibat dalam penelitian lingkungan yang nyata,” katanya kepada kalteng24.com, Jumat (12/9/2025).
Dari empat lokasi yang ditinjau, jalur utama Kasongan disebut paling strategis karena berada di pinggir jalan dan dekat dengan perkantoran. Prof. Stella menargetkan keputusan final lokasi akan rampung dalam satu setengah minggu. Jika disetujui, pembangunan selesai pada Juni 2027, dan sekolah siap menerima siswa pada tahun ajaran 2027–2028.
“Dengan konsep ini, SMA Unggul Garuda Katingan diharapkan menjadi model pendidikan yang menggabungkan riset, pelestarian alam, dan kolaborasi dengan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai pusat ekosistem unik di Kalimantan Tengah,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer