KASONGAN – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Katingan, Tony Yosepta mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk yang terus berkembang di Katingan dapat dijadikan sebagai katalis untuk mempercepat pembangunan daerah. Potensi ini, jika dikelola dengan baik, dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan wilayah.
Menurut dia, dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, pemerintah daerah perlu merancang kebijakan pembangunan yang mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kapasitas daerah. Hal ini akan mempercepat pencapaian pembangunan yang lebih merata.
“Pertumbuhan penduduk yang pesat harus dilihat sebagai peluang, bukan sekadar tantangan. Apalagi jika jumlah itu dipenuhi oleh kualitas yang benar-benar baik dan mampu bersaing menghadapi berbagai tantangan zaman,” katanya kepada Kalteng24.com, Kamis (13/11/2025).
Dia mengatakan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dan sektor layanan publik lainnya harus menjadi prioritas. Ini akan mendukung terciptanya akses yang lebih baik bagi masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan.
Dikatakan, pemerintah daerah perlu menggali potensi sektor ekonomi untuk memastikan bahwa pertumbuhan penduduk memberikan dampak yang nyata bagi perekonomian daerah. Kebijakan yang berfokus pada sektor produktif akan meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan yang merata akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat, baik dalam pekerjaan maupun kualitas hidup. Untuk itu, pemerintah juga harus menyiapkan berbagai fasilitas untuk mempersiapkan jumlah pendudukan itu dengan pelatihan yang diperlukan,” katanya.
Politikus Partai Golkar ini menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta akan memperkuat pembangunan yang berkelanjutan. Jika semua elemen bersinergi, Katingan bisa menjadi daerah yang maju dan sejahtera. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer