KASONGAN – Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Katingan mendorong ekspor rotan, Legislator Katingan Realita menekankan bahwa penguatan sektor ini harus berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan peningkatan kapasitas para pengrajin.
Realita menyebut peluncuran produk kerajinan rotan di Komplek UPT Rotan dan Kayu Hampangen, Kasongan, bukan hanya menjadi momentum ekonomi, tetapi juga pengingat bahwa pengelolaan rotan tak bisa dilepaskan dari kelestarian hutan.
“Rotan tumbuh di kawasan hutan, jadi pengelolaannya harus tetap ramah lingkungan. Kita tidak boleh hanya melihatnya dari sisi bisnis,” katanya kepada kalteng24.com, Kamis (9/10/2025).
Menurutnya, potensi rotan selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Ia berharap transformasi dari penjualan bahan mentah menjadi produk olahan siap ekspor dapat berjalan beriringan dengan tata kelola hutan yang berkelanjutan.
Ia menyebut, selama ini rotan hanya dijual mentah. Ketika diolah dan punya nilai tambah, pendapatan masyarakat meningkat. Namun prosesnya harus tetap menjaga ekosistem.
Realita juga menyoroti pentingnya penguatan keterampilan dan akses permodalan bagi para pengrajin dan petani rotan. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperluas pelatihan, memperkuat rantai pasok dari desa ke pusat produksi, serta menggandeng lembaga internasional dan dunia usaha untuk mendukung industrialisasi rotan.
“Kalau semua pihak bersinergi, industri rotan bukan hanya mengangkat ekonomi lokal, tetapi juga menjadi contoh bahwa pengembangan sumber daya alam bisa dilakukan tanpa merusak lingkungan,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer