Pemberdayaan Masyarakat Lokal Perlu Penguatan

PALANGKA RAYA - Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Purman Jaya mengatakan bahwa Kalteng masih mempunyai daerah yang tergolong tertinggal dari berbagai aspek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Karena itu kata dia, perlu penguatan pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat lokal bisa lebih aktif terlibat dalam berbagai proses pembangunan. Termasuk juga kondisi daerah tertinggal di daerah ini sehingga perlu langkah nyata dari semua pemda; di provinsi, kabupaten dan kota untuk membangun daerah tersebut. 

“Pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat lokal menjadi kunci dalam mengubah kondisi daerah. Langkah nyata untuk membangun daerah tertinggal di Kalteng harus segera dilakukan mulai dari sekarang dengan menempatkan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai prioritas utama,” katanya kepada Kalteng24.com.

Dia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan fasilitas publik lainnya, dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat ke berbagai layanan.

Dengan pembangunan infrastruktur akses untuk peningkatan perekonomian, pendidikan, kesehatan dan kebudayaan itu akan membuka dan mendatangkan lebih banyak peluang bagi masyarakat di daerah tersebut.

“Pemerintah harus memerhatikan bahwa pembangunan daerah tertinggal bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia dan membangun keterampilan masyarakat lokal,” katanya.

Dengan demikian kata dia, diharapkan akan tercipta kehidupan yang lebih baik dan layak bagi masyarakat di daerah tersebut dalam meningkatkan peran mereka untuk kemajuan ekonomi, yang berujung pada peningkatan kualitas hidup dan kemajuan yang berkelanjutan. (adv)

 

editor: pahit s. narottama

Redaksi
28

Featured News

Official Support

Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah

081349219926

kaltengduaempat@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer