Masyarakat Perlu Pekerjaan untuk Hidup

PALANGKA RAYA - Anggota Komisi II DPRD Kalteng Wisman mengatakan bahwa masyarakat memerlukan pekerjaan tetap dan penghasilan yang memadai untuk bertahan hidup dan menghidupi keluarga mereka. Itu yang menjadi aspirasi masyarakat di pedalaman.

Menurut dia, berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat harus segera mendapatkan solusi. Salah satunya adalah lapangan pekerjaan yang berada di perusahaan-perusahaan investasi yang beroperasi di sekitar desa tempat mereka tinggal.

“Pemerintah harus menciptakan lapangan kerja baru. Tidak perlu membuka lapangan pekerjaan di bidang jasa, melainkan mencarikan atau membuka lapangan pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian khusus,” katanya kepada Kalteng24.com. 

Dia mencontohkan lapangan pekerjaan yang dapat dibuka itu antara lain adalah bidang pertanian dan perkebunan, yang secara umum tidak memerlukan keahlian khusus, dan bisa memanen sawit, menanam komoditas seperti cabai dan lain-lain. 

la berharap, dengan dibukanya lapangan kerja yang baru, masyarakat bisa lebih sejahtera dan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta memiliki penghasilan yang baik. Paling tidak kata dia, pemerintah mampu membantu masyarakat agar tidak terlalu merasa terbebani dan menderita.

“Masyarakat di pedalaman meminta pemerintah dapat mencarikan atau membuka lapangan kerja yang dapat memberikan mereka nafkah untuk bertahan hidup. Tidak peduli itu pekerjaan kasar atau apapun. Yang penting mereka bisa dapat penghasilan tetap,” katanya.

Selama ini kata dia, yang terjadi, masyarakat di pedalaman tidak memiliki mata pencarian karena alam telah rusak. Sebagai nelayan mereka kehilangan sungai yang telah cemar karena penambangan liar. Sebagai petani, mereka kehilangan lahan karena perkebunan. (adv)

 

editor: pahit s. narottama

Redaksi
31

Featured News

Official Support

Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah

081349219926

kaltengduaempat@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer