PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kalteng Wisman mengatakan bahwa pengembangan pasokan pangan dari dalam daerah sendiri menjadi sangat diperlukan karena akan mengurangi ongkos angkut jika kebutuhan itu harus dipasok dari luar daerah.
Dia mengaku sering sekali menemukan, bahkan juga mengalami sendiri adanya informasi bahwa kebutuhan berbagai komoditas pangan itu, khususnya sayuran atau hortikultura masih banyak yang harus didatangkan dari luar pulau (Jawa).
“Saya menyarankan sekaligus meminta kepada pemerintah daerah untuk tetap fokus dan memperkuat ketahanan pangan. Apalagi dengan pasokan dari luar daerah pasti akan menguras biaya yang harus dikeluarkan oleh pemasok atau penjual yang berimbas pada harga jual,” katanya kepada Kalteng24.com.
Dikatakan, bila ketahanan pangan tidak diperkuat, maka kenaikan harga pangan akan semakin sulit dikendalikan, sebab biaya transportasi dan jasa angkut untuk mendatangkan komoditas pangan dari daerah lain ke Kalteng akan bertambah dan pasti dibebankan kepada para konsumen atau masyarakat.
Karena itu kata dia, pengembangan tanaman pangan, khususnya sayur, dapat dilakukan oleh para petani di daerah ini, karena selain ketersediaan lahan yang luas, juga kondisi tanah yang relatif subur dan bisa menghasilkan jika dikelola dengan baik.
“Setiap kabupaten atau kota di Kalteng pun, sebaiknya punya ciri khas produk masing-masing yang berkaitan dengan pangan ini. Jadi, kebutuhan pangan di Kalteng bisa dipenuhi secara mandiri. Tidak perlu lagi mendatangkan dari daerah lain,” katanya.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Ill Kalteng, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara ini menilai bahwa sekarang hanya bergantung pada pemda di setiap kabupaten atau kota untuk fokus membuat program pendampingan terhadap para petani di wilayah masing-masing. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer