PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng Yohannes Freddy Ering meminta Bulog untuk memperketat distribusi beras program Stabilisasi Persediaan dan Harga Pangan (SPHP) dengan melibatkan gugus tugas pangan.
Hal itu kata dia, selain untuk memastikan bahwa produknya dijual dengan harga eceran tertinggi (HET), juga memastikan agar tidak ada warga yang memborong atau membeli berlebihan dan beras terdistribusi sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pengawasan juga ditingkatkan terhadap mekanisme pendistribusian beras SPHP saat diberikan kepada pengecer di pasar tradisional dan para pedagang di pasar juga wajib memantau secara berkala distribusi yang dilakukan,” katanya kepada Kalteng24.com.
Pengecer kata dia, tidak boleh melakukan over-sacking. Artinya tidak boleh mengganti kemasan atau memindahkan beras SPHP ke karung atau kemasan lain. Jika ada yang terbukti melanggar aturan ini, maka akan dikenakan sanksi.
Ia menjelaskan, tingginya minat masyarakat membeli beras SPHP, karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan beras varietas lainnya. Karena itu, Satgas Pangan setempat harus memastikan pengawasan yang ketat.
“Pengawasan pasar beras melalui SPHP ditingkatkan, untuk mencegah oknum mengeksploitasi sistem dan menjaga harga beras agar tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan harga yang melebihi kemampuan atau daya beli masyarakat,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan tercampurnya beras Bulog dengan bahan lain. Untuk kemasan beras Bulog telah disubstitusi dengan karung beras premium merek lokal, sehingga menyebabkan harga beras melonjak. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer