Inventarisasi Potensi SDA Setiap Desa

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Sudarsono meminta pemerintah daerah menginventarisasi potensi sumber daya alam (SDA) yang ada di setiap desa di Kalteng, sehingga Kalteng memiliki sumber data yang akurat di setiap desa.

Dikatakan, inventarisasi potensi sektor strategis itu sangat penting dalam rangka mengelola SDA agar bisa lebih baik dan dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi desa yang bersangkutan, baik dari sisi pembangunan, ekonomi maupun kemandirian.

“Saya rasa potensi SDA di setiap desa di Kalteng sangat besar dan menjanjikan, tinggal bagaimana pemerintah mengelola data yang ada dan dilakukan inventarisasi dan pencanangan program pengembangan. Dengan begitu SDA yang ada bisa dikelola sebaik mungkin,” katanya kepada Kalteng24.com.

Ia menambahkan bahwa desa harus mampu menciptakan kemandirian dalam pembangunan. Apalagi saat ini pemerintah telah memberikan stimulus berupa dana desa, dan itu harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, serta dikelola untuk mengembangkan potensi desa.

Potensi yang dapat dikembangkan itu antara lain; pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pariwisata dan lainnya. Semua potensi tersebut sangat menjanjikan, dan bergantung pada cara mengelola dan mengembangkan serta strategi agar tidak mengalami kegagalan.

“Selain pembangunan infrastruktur, program yang berkaitan dengan pengembangan potensi desa juga perlu dicanangkan. Manfaatkan dana desa sebagai modal dan keuntungan dari usaha yang dibangun bisa menjadi pendapatan bagi desa,” katanya.

Apabila setiap desa mampu berinovasi dan menginventarisasi potensi yang ada lalu dikembangkan, maka tidak hanya desa itu yang merasakan dampaknya, tetapi juga daerah serta masyarakat luas. (adv)

 

editor: pahit s. narottama

Redaksi
58

Featured News

Official Support

Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah

081349219926

kaltengduaempat@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer