PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng Sirajul Rahman mengatakan bahwa tingginya harga gas melon atau gas elpiji tiga kg di masyarakat yang melebihi harga eceran tertinggi (HET) menjadi keluhan masyarakat. Untuk itu, dia meminta pihak berkompeten untuk mengawasi peredarannya.
Dia juga mengharapkan agar penyaluran gas elpiji tersebut dengan ketat oleh pihak terkait khususnya pemda maupun Pertamina. Menurutnya, langkah tersebut harus benar-benar diperhatikan agar tidak ada lagi kesan pembiaran terhadap harga yang cenderung semakin tinggi.
“Penyalurannya juga harus benar-benar diawasi supaya tepat sasaran, karena kita melihat banyak sekali agen resmi yang masih menyalurkan ke penjual eceran sehingga alur distribusi semakin panjang dan membuat harga meningkat,” katanya kepada Kalteng24.com.
Dia juga mengungkapkan bahwa mahalnya harga gas melon yang notabene merupakan gas subsidi dari pemerintah ini terjadi hampir di sejumlah wilayah terutama di Kalteng. Harga yang berlaku di masyarakat pedalaman, hampir sama, yaitu pada kisaran antara Rp50-60 ribu per tabung.
Padahal kata dia, tidak ada kelangkaan. Selain itu, ketersediaan gas melon di masyarakat juga selalu ada. Karena itu, harga gas melon yang tergolong tinggi itu menjadi masalah di masyarakat. Lebih-lebih karena faktor pendapatan yang juga tidak selalu mencukupi.
“Seharusnya harga eceran tertinggi gas melon ini masih Rp22 ribu dan tidak ada perubahan, dan jika dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi tentu akan sangat memberatkan masyarakat. Jadi, harus ada pengawasan dari pemda maupun Pertamina berkaitan dengan harga ini,” katanya.
Sirajul juga menyebut bahwa pengawasan sangat penting dilakukan untuk menekan harga jual gas melon di tingkat eceran, dan itu perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya di wilayah perkotaan tapi juga hingga perdesaan. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer