Dewan Dorong Pembangunan Industri Pengolahan

PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kalteng, H. Purman Jaya menilai adanya industri pengolah sumber daya alam (SDA) khususnya di Kalteng akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurut dia, industri merupakan sektor pendukung usaha masyarakat. Misalnya, bagi masyarakat yang mempunyai usaha seperti karet dan rotan untuk menjual hasil panennya bisa langsung ke tempat pengolahan SDA tersebut.

"Jadi masyarakat tidak menjual hasil panennya kepada tengkulak yang dari sisi harga juga terkadang juga murah. Jika menjual langsung ke industri, harga pun pastinya lumayan mahal, dampak ekonomi masyarakat akan meningkat," katanya kepada Kalteng24.com, Rabu (24/7/2024).

Karena itu, dia pun mendorong pemda baik provinsi, kabupaten dan kota agar dapat memikirkan hal tersebut baik dengan mendirikan atau membangun industri yang dikelola daerah maupun bekerja sama dengan pusat melalui BUMN serta mendatangkan investor.

Ia mengungkapkan, pembangunan industri ini juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat di Desa Malawaken, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara kepada pihaknya ketika melaksanakan reses di daerah tersebut.

Masyarakat di desa tersebut mengharapkan pemda dapat membangun industri atau pabrik karet. Tujuan dari pembangunan industri tersebut yakni untuk menstabilkan harga karet di wilayah setempat dan Kalteng pada umumnya, sebab harga komoditas itu hingga saat ini masih belum juga stabil.

"Masyarakat meyakini bahwa jika ada industri atau pabrik karet, dari segi harga akan stabil, sehingga mereka pun meminta pemda memerhatikan hal tersebut. Kita pun mendorong aspirasi itu agar direalisasi untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat di provinsi ini khususnya para petani karet," katanya. (adv)

 

editor: pahit s. narottama

Redaksi
27

Featured News

Official Support

Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah

081349219926

kaltengduaempat@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer