PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng H. Muhajirin mendorong Pemprov Kalteng untuk dapat merealisasikan pengentasan kemiskinan seperti yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2020-2026.
Juru bicara Fraksi Partai Demokrat ini juga mengatakan bahwa meskipun angka kemiskinan pada tahun 2023 sedikit mengalami penurunan 5,11 persen, tetapi pada Triwulan I tahun 2024 meningkat menjadi 5,17 persen.
“Laju angka kemiskinan di Kalteng pada tahun 2021 sebesar 5,16 persen, kemudian pada tahun 2022 meningkat lagi menjadi 5,28 persen,” ujarnya pada rapat paripurna ke-13 Masa Persidangan II tahun sidang 2024 yang beragendakan Pemandangan Umum Fraksi Pendukung DPRD Kalteng terhadap Rancangan Perubahan APBD Kalteng T.A. 2024, Senin (19/8/2024).
Dengan kata lain kata dia, tingkat penurunan kemiskinan yang terealisasi hanya lebih kurang lima persen lebih. Padahal jika dilihat dari RPJMD Kalteng Tahun 2021 sampai dengan 2026, target pengentasan kemiskinan pada tahun 2021 sebesar 5,16 persen, kemudian pada tahun 2022 sebesar 4,96 persen.
Ia juga mengatakan bahwa pada tahun 2023 sebesar 4,81 persen dan pada tahun 2024 sebesar 4,66 persen, sehingga dengan kata lain target pengentasan tingkat kemiskinan ada pada kisaran empat persen lebih.
“Hal ini berarti perlu upaya dari Pemprov Kalteng untuk memenuhi target pengentasan kemiskinan seperti yang tertera pada RPJMD Tahun 2020-2026,” katanya.
Muhajirin juga menambahkan bahwa pihaknya sangat mengharapkan agar program-program pemerintah tahun 2024 difokuskan pada pengentasan kemiskinan.
“Berkaitan dengan beberapa catatan di atas dan agar sesuai dengan amanat RPJMD tahun 2020-2026, kami meminta pemerintah memfokuskan pada pengentasan kemiskinan,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer