PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kalteng Hj. Siti Nafsiah mengatakan bahwa ketersediaan sarana prasarana air bersih sangat erat kaitannya dengan upaya pencegahan stunting, utamanya di daerah-daerah pelosok Kalteng.
Karena itu, dia mendorong pemerintah daerah agar dapat memastikan adanya sarana prasarana air bersih di setiap daerah. Khususnya yang berada di Kawasan pelosok.
"Kurangnya akses air bersih dan sanitasi yang buruk ternyata juga menjadi penyebab tingginya angka stunting di Indonesia, khususnya di wilayah Kalteng," katanya kepada Kalteng24.com, Jumat (15/11/2024).
Dikatakan, berdasarkan hasil riset Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, stunting yang disebabkan oleh tidak adanya air bersih dan sanitasi buruk mencapai 60 persen, sementara yang dikarenakan gizi buruk ‘hanya’ 40 persen.
Tak heran, jika akses air bersih masuk sebagai salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) dengan target tahun 2030. "Air bersih merupakan salah satu kebutuhan mendasar manusia untuk memenuhi standar kehidupan secara sehat," katanya.
Dia juga mengatakan bahwa masyarakat Desa Parahau, saat ini sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah, baik itu dari Pemprov Kalteng maupun pemerintah daerah dalam upaya penyediaan sarana prasarana air bersih.
"Untuk itu, saya meminta serta mendorong pemerintah daerah, supaya dapat menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat di daerah pelosok Kalteng," katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer