Tengadah Sang Tingang

SEKETIKA menengadah ke langit, ia serupa pendoa yang berucap pinta kepada Khalik-nya. Sebuah filosofi alam yang tak jarang dilakukan burung yang dianggap sakral bagi masyarakat Suku Bangsa Dayak, menjadi pengantar doa kepada Sang Pencipta.

Ia pula sering kali dipercaya sebagai pembawa pesan dan penanda kepada makhluk penghuni bumi agar tunduk dan taat pada semesta, serta tetap memelihara alam tempat berpijak hingga tak rusak. Itu sebabnya, manakala ia berteriak, maka sejagad pun mendengar suaranya.

Dalam kehidupannya, burung tingang adalah burung yang setia mati kepada pasangan. Namun jantan adalah pencemburu. Karenanya, ketika betina bertelur dan mengeram hingga telur yang berjumlah 3-5 butir menetas, sang jantan mengurung si betina di sarang yang berada di puncak pohon tertinggi.

Lalu, jantan menutup sarang itu dengan lapisan tanah liat yang ketika mengering, akan mengeras dan hanya sang jantan yang dapat membongkar serta menghancurkannya dari luar.

Selama mengeram hingga telur menetas dan anak-anak tingang siap belajar terbang, sang jantan akan bertanggung jawab mencarikan makanan untuk betina dan anak-anaknya.

Maka, membunuh burung tingang jantan pasti juga berpotensi akan sekaligus mematikan 4-6 ekor burung tingang pada sekali waktu, karena si betina tidak mungkin dapat membongkar sarang itu dari dalam.

Sang tingang telah menjadi inspirasi bagi “K”alteng24.com dalam membangun sebuah iklim baru, dan memakai kepalanya sebagai bukti janji bangkitnya kembali roh jurnalistik di Bumi Tambun Bungai, Kalimantan Tengah. Tugas menjadi kontrol sosial yang nyaris terkikis oleh sekadar euforia lip service.

Di Hari Pers Nasional tahun 2023 ini, Kalteng24.com diluncurkan untuk dapat menjadi penetrasi sebuah siklus baru dalam menyampaikan pesan yang benar-benar jujur dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Layaknya tingang yang telah menengadah, Kalteng24.com menjadi penyampai pesan yang suaranya bakal terdengar sejagad, tak lagi terbendung oleh apapun. Bahkan kepentingan-kepentingan sepihak yang mungkin saja bisa menindas idealisme pers.

Ibarat tingang yang acapkali didapati hanya terbang dan menjelajah rimba sendirian, tanpa teman dan kawan, Kalteng24.com menyadari bahwa berani adalah sebuah tantangan, dan keberanian adalah pilihan. Meski hanya dilakukan sendirian untuk menyuarakan kebenaran.

Namun, bak tingang yang setia kepada pasangan, Kalteng24.com telah meneguhkan visi dan misi untuk setia pada kebenaran dan keadilan yang sekaligus harus diperjuangkan. Sekali lagi, meski sendirian. Berani menjadi tantangan, dan keberanian adalah pilihan. Sebuah keputusan yang harus dicapai.

(pahit s. narottama)

Redaksi
383

Featured News

Official Support

Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah

081349219926

kaltengduaempat@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer