MUARA TEWEH - Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, mengatakan bahwa ia telah menerima keluhan dari para pedagang Pasar Pendopo Muara Teweh. Keluhan tersebut terkait kondisi pasar yang dinilai kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Dikatakan, salah satu permasalahan utama yang disampaikan adalah kondisi selokan atau parit yang tidak terawat, sehingga menyebabkan lingkungan pasar menjadi kotor. Lebih memprihatinkan lagi, munculnya binatang melata seperti ular, yang membahayakan keselamatan pedagang dan pembeli.
“Para pedagang menyampaikan kepada saya bahwa kondisi pasar saat ini sangat memprihatinkan, terutama pada bagian selokan yang tersumbat dan kotor. Ini bukan hanya merugikan mereka secara ekonomi, tapi juga mengancam keselamatan,” kata Patih kepada Kalteng24.com, Rabu (1/10/2025).
Politisi Demokrat itu mendesak dinas terkait untuk segera turun tangan, menindaklanjuti keluhan masyarakat, dan melakukan penanganan menyeluruh terhadap infrastruktur Pasar Pendopo. Sebab, pasar merupakan salah satu pusat aktivitas perdagangan di Barito Utara yang setiap harinya ramai dikunjungi warga. Kondisi infrastruktur yang buruk dinilai bisa mengganggu kelangsungan aktivitas ekonomi jika tidak segera dibenahi.
“Kami minta dinas terkait segera menanggapi keluhan para pedagang dan konsumen. Jangan sampai hal ini dibiarkan terus-menerus, karena pasar adalah pusat ekonomi rakyat yang harus dijaga kebersihan dan keamanannya,” tegasnya.
Patih menegaskan bahwa DPRD siap mendukung langkah-langkah konkret pemerintah daerah, termasuk penganggaran jika diperlukan, guna menjamin kenyamanan dan keamanan di lingkungan pasar.
“Kami di DPRD akan mengawal dan mendukung perbaikan yang bersifat strategis untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya. (adv)
editor: pahit s. narottama
Jl. Sapan II A No. 36, Lantai III Palangka Raya, Kalimantan Tengah
081349219926
kaltengduaempat@gmail.com
Copyright © 2020 Berita Kalteng 24 All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer